• Sanggulpengantin.comJual Sanggul dan Melati Pengantin Modif murah
  • Info menyediakan sanggul pengantin dan berbagai model melati Pengantin Modif berbahan kain.
  • Info Model Jawa, Yogya, Batak, Betawi, Madura ,Lampung, Jawa timuran. Siap kirim ke seluruh Indonesia, eceran dan grosir
Beranda » Blog » Pria Melarikan Diri ke Maraton-Kisah Pesta Lajang yang Berbeda

Pria Melarikan Diri ke Maraton-Kisah Pesta Lajang yang Berbeda

Diposting pada 13 December 2025 oleh Sanggul Pengantin / Dilihat: 81 kali
Produk Shopee 1
Melati Solo Ceprok Merah
Rp125.000
Beli di Shopee
Produk Shopee 2
Melati Adat Batak Modif
Rp120.000
Beli di Shopee
Produk Shopee 3
Melati Kalung Pengantin Pria Sunda /Madura/Jawa Timuran
Rp65.000
Beli di Shopee
Produk Shopee 4
Melati Sunda Rumbai Elegan
Rp293.000
Beli di Shopee

Pesta Lajang yang Tak Biasa: Calon Pengantin Pria Memilih Maraton

Ketika mendengar istilah “pesta bujangan”, kebanyakan orang mungkin membayangkan malam terakhir sebelum pernikahan yang diisi dengan minuman keras, permainan, atau pesta hingga larut malam. Namun, seorang calon pengantin pria ini memilih cara yang sama sekali berbeda dan jauh lebih sehat.

Inilah kisah unik merayakan pesta lajang dengan lari marathon. Alih-alih bersenang-senang di klub, Dave Luo memutuskan merayakan masa lajangnya dengan lari maraton. Beberapa jam sebelum menghadiri jamuan makan malam pernikahannya pada Sabtu (6 Desember), peneliti berusia 30 tahun itu justru menurunkan tensi dengan mengikuti lomba lari setengah maraton di ajang Standard Chartered Singapore Marathon, ditemani salah satu pengiring prianya.

Yang lebih mengejutkan, ia kembali turun ke lintasan esok paginya untuk mengikuti maraton penuh bersama ketiga pengiring prianya. Berbicara kepada AsiaOne sesaat setelah menyelesaikan lari 21,1 kilometer, Dave mengungkapkan bahwa ide unik ini berasal dari salah satu temannya yang lebih dulu mendaftar untuk maraton penuh. Ia sempat menganggapnya “agak gila”, namun pada akhirnya justru menerima tantangan tersebut.

“Saya pikir ini akan jadi pengalaman yang tak terlupakan,” ujarnya. Selain itu, Dave memang tidak terlalu suka pesta hura-hura, sehingga merayakan pesta bujangannya lewat lari terasa jauh lebih cocok baginya.

Dave kemudian mengajak para pengiring pria lain, dan mereka menyambut ajakan tersebut. Menurutnya, ada rasa nostalgia karena maraton penuh pertamanya pada tahun 2013 juga ia jalani bersama dua di antara pengiring pria yang sama. Agar semua agenda berjalan lancar — dari perlombaan hingga acara pernikahan — Dave menyusun jadwal akhir pekannya dengan ketat, membagi waktu dalam blok 30 menit.

“Kami benar-benar dalam mode ala tentara,” katanya sambil tertawa. Walau harus mengurus pernikahan sambil mengikuti dua perlombaan besar, jadwal padat itu bukan satu-satunya kesibukan Dave.

Dalam sebulan terakhir, ia dan sang istri baru saja pindah ke rumah baru, Dave telah menyelesaikan tugas dinas cadangannya, dan mereka juga menggelar resepsi pernikahan di Taiwan, kampung halaman istrinya. “Ini bukan cuma hari yang sibuk — ini bulan yang sangat sibuk,” ungkapnya.

Ketika ditanya bagaimana reaksi istrinya saat mengetahui rencana “pesta bujangan ala pelari” tersebut, Dave mengaku bahwa sang istri awalnya tidak sepenuhnya setuju. Namun, ia percaya Dave akan baik-baik saja dan mampu pulih tepat waktu sebelum upacara pernikahan dimulai.

Sebagai pelari yang terbiasa menempuh hingga 30 km pada akhir pekan, Dave meyakinkan bahwa setengah maraton tidak akan membuatnya kehabisan tenaga. “Dia tahu aku masih bisa berfungsi setelahnya… dan tetap menikmatinya,” katanya.

Menurut Dave, orang-orang di sekitarnya memberi respons beragam — mulai dari menyebutnya “gila”, hingga memuji bahwa hanya dia yang sanggup melakukan itu. “Ya, itu memang Dave banget,” imbuhnya. Ternyata, mertuanya baru mengetahui rencana dua lomba itu pada malam sebelumnya, sementara orang tuanya bahkan belum diberi tahu sama sekali.

“Nanti mereka pasti tahu… dan mungkin aku akan dimarahi habis-habisan,” candanya. Walaupun rutin berlatih, performa Dave sedikit menurun karena cedera betis dan padatnya kegiatan menjelang pernikahan.

“Dalam berlari, tidak peduli seberapa bugar kita, pasti selalu ada tantangan,” ujar Dave. Ia mengakui bahwa mengikuti dua lomba di akhir pekan pernikahannya memberikan tekanan tersendiri. “Saya tidak sedang mengejar waktu terbaik. Yang penting adalah menyelesaikan lomba ini,” kata Dave, yang mencatat waktu sekitar dua setengah jam untuk half-marathon.

Saat ditanya mengenai rencana jangka panjang, Dave mengaku pikirannya hanya fokus pada beberapa jam ke depan. Yang pasti, ia menantikan momen pernikahan, menyelesaikan maraton penuh, dan kemudian berbulan madu ke Vietnam. “Kami belum punya rencana apa pun. Kami hanya ingin makan enak, bersantai, pijat, spa — lengkap semuanya,” ujarnya sambil tersenyum.

“Rasanya seperti paket pemulihan pasca-operasi. Benar-benar sempurna.”

Bagikan ke

Pria Melarikan Diri ke Maraton-Kisah Pesta Lajang yang Berbeda

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.

Pria Melarikan Diri ke Maraton-Kisah Pesta Lajang yang Berbeda

Produk 1
Melati Nyi Roro Kidul
Rp275.000
Beli di TikTok
Produk 2
Melati Paes Ageng Jogja
Rp220.000
Beli di TikTok
Produk 3
Melati Kalung Cowok
Rp35.000
Beli di TikTok
Produk 5
Melati Sisipan Cantik
Rp20.000
Beli di TikTok
Social Media & Marketplace
Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Mrs Sanggul
● online
Mrs Sanggul
● online
Halo, perkenalkan saya Mrs Sanggul
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: